PERAN GURU DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI BELAJAR AJARAN CATUR GURU PADA SISWA HINDU DI SDN PERCOBAAN PALANGKA RAYA
Abstract
Skripsi ini mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Masalah fenomena yang terjadi di SDN Percobaan Palangka Raya rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya pemahaman mengenai ajaran catur guru dalam pembelajaran. Berdasarkan masalah tersebut rumusan masalah yang ingin dikaji yakni bagaimana peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu? apa kendala yang dihadapi guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu? Dan bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya? Untuk mengkaji lebih dalam masalah tersebut, penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori peran (role theory) dan teori humanistik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan analisis kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Hasil analisis dengan menggunakan teori peran (role theory) ditemukan bahwa peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya terdapat beberapa peran yang dijalankan yakni peran guru sebagai pendidik, guru sebagai pembimbing, guru sebagai motivator, dan guru sebagai pengawas. Didalam proses peran guru dalam memberikan motivasi belajar ditinjau dengan teori humanistik guru mengalami kendala yang dihadapi yakni karakter siswa yang berbeda-beda, kurangnya motivasi berlajar, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan srana dan prasana dalam proses pembelajaran. Selanjutnya untuk mengkaji tentang upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi belajar dengan teori humanistik guru telah melakukan berbagai hal dengan guru menggunakan metode yang bervariasi, guru memberikan reward/hadiah dan pujian, guru berkolabrasi sesama guru, dan sekolah menyediakan sarana prasana belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut ditemukan bahwa peran guru sangat penting dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa tentang ajaran catur guru.