POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBATASI PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK DI DESA MUNGKU BARU KECAMATAN RAKUMPIT KOTA PALANGKA RAYA
Abstract
Pola komunikasi merupakan cara yang digunakan oleh orang tua maupun keluarga dalam berinteraksi dan menyampaikan pesan kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Pola ini memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan sikap anak, khususnya dalam membatasi penggunaan gadget yang berlebihan. Penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar anak. Oleh sebab itu, kontrol dari keluarga diperlukan untuk mengatur batasan penggunaan gadget secara efektif. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah utama yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya? dan (2) Apa saja hambatan yang dihadapi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya?.Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu teori pola komunikasi keluarga (TPKK). Subjek penelitian ini adalah keluarga maupun orang tua di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Lokasi penelitian di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Sumber data pada penelitian adalah keluarga atau orang tua yang berada di desa Mungku Baru. Sumber data penelitiam ini diperoleh dari masyarakat Desa Mungku Baru, serta dokumen resmi dari Desa Mungku Baru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak terdiri dari tiga jenis, yaitu pola permisif yang cenderung memberikan kebebasan, pola demokratis yang seimbang antara kebebasan dan pengawasan, serta pola otoriter yang bersifat tegas dan ketat. Pola komunikasi otoriter paling banyak diterapkan oleh orang tua dalam membatasi penggunaan gadget pada anak. Namun, dari tiga pola komunikasi yang digunakan menimbulkan hambatan seperti reaksi emosional dari anak, tidak konsisten dalam penerapan aturan, serta pengaruh lingkungan berasal dari teman sebaya yang sulit dikontrol oleh keluarga.