MOTIVASI MAHASISWA FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA
Abstract
Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya merupakan tempat tersedianya berbagai informasi tertulis maupun digital bagi seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari gambaran terkait motivasi mahasiswa dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengunjungi perpustakaan. Terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi yaitu sebagai berikut : 1). Bagaimana komunikasi ekspresif menggambarkan motivasi mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2). Apa kendala mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya dalam mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Selanjutnya teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Kemudian teknik pengumpulan data melalui observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, komunikasi ekspresif yang diterapkan oleh staf/pengelola perpustakaan terbagi menjadi komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal meliputi sikap sopan, penggunaan bahasa yang santun, serta penyampaian informasi yang jelas. Sementara komunikasi nonverbal ditunjukkan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan isyarat tangan yang menyampaikan kesan ramah, sigap, dan tegas. Bentuk komunikasi ini mampu mendorong motivasi mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan, terutama untuk mencari informasi, merasa nyaman saat belajar, serta memanfaatkan fasilitas seperti Wi-Fi dan komputer. Kedua, terdapat dua jenis kendala yang memengaruhi kunjungan, yaitu kendala internal seperti rasa malas dan kelelahan, serta kendala eksternal seperti keterbatasan koleksi, fasilitas yang belum optimal, dan desain ruang yang kurang menarik bagi generasi Z. Kedua kendala ini berdampak pada rendahnya motivasi mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.