IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 8 PALANGKA RAYA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. Dimana kebijakan pendidikan Nasional memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal, menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, penguatan karakter, serta fleksibilitas dalam pengelolaan pembelajaran. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai luhur agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif Deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, mengenai implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. terdapat tiga langkah dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut: (1) Tahap persiapan dan perencanaan pembelajaran, yang mencakup: (a) Mengikuti pelatihan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, (b) Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik, (c) Menyusun dan membuat materi ajar, (d) Menentukan topik pembelajaran, (e) Memilih metode dan strategi dalam pembelajaran, (f) Mengidentifikasi sumber, alat, dan media yang digunakan untuk pembelajaran, (2) Tahap pelaksanaan pembelajaran, dimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti telah dilaksanakan dengan baik oleh guru sesuai dengan karakteristik dari Kurikulum Merdeka, mulai dari pembukaan, inti, hingga penutupan, (3) Tahap evaluasi pembelajaran, yaitu guru melakukan dua jenis asesmen, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif Deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, mengenai implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. terdapat tiga langkah dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut: (1) Tahap persiapan dan perencanaan pembelajaran, yang mencakup: (a) Mengikuti pelatihan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, (b) Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik, (c) Menyusun dan membuat materi ajar, (d) Menentukan topik pembelajaran, (e) Memilih metode dan strategi dalam pembelajaran, (f) Mengidentifikasi sumber, alat, dan media yang digunakan untuk pembelajaran, (2) Tahap pelaksanaan pembelajaran, dimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti telah dilaksanakan dengan baik oleh guru sesuai dengan karakteristik dari Kurikulum Merdeka, mulai dari pembukaan, inti, hingga penutupan, (3) Tahap evaluasi pembelajaran, yaitu guru melakukan dua jenis asesmen, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif Deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, mengenai implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. terdapat tiga langkah dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut: (1) Tahap persiapan dan perencanaan pembelajaran, yang mencakup: (a) Mengikuti pelatihan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, (b) Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik, (c) Menyusun dan membuat materi ajar, (d) Menentukan topik pembelajaran, (e) Memilih metode dan strategi dalam pembelajaran, (f) Mengidentifikasi sumber, alat, dan media yang digunakan untuk pembelajaran, (2) Tahap pelaksanaan pembelajaran, dimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti telah dilaksanakan dengan baik oleh guru sesuai dengan karakteristik dari Kurikulum Merdeka, mulai dari pembukaan, inti, hingga penutupan, (3) Tahap evaluasi pembelajaran, yaitu guru melakukan dua jenis asesmen, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif.Meski begitu, ada beberapa upaya perbaikan yang dilakukan seperti pelatihan guru, kerja sama guru dengan teman sejawat, dan pihak sekolah, serta pemanfaatan penggunaan media digital.
Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, terutama dalam membentuk karakter siswa, kemandiri siswa, dan moral siswa khususnya yang beragama Hindu. Serta diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang inovatif dan kreatif, harapannya juga mendapatkan dukungan yang terus menerus dari sekolah dan pemerintah agar Kurikulum Merdeka dapat berjalan optimal.